PERTANIAN ORGANIK (UNTUK MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN)
Tehnologi yang kami gunakan adalah,DIBAWAH,ditanah kami mengupayakan agar TANAH TETAP GEMBUR. Prinsipnya,apabila tanah gembur,maka perakaran akan tumbuh pesat. Kegemburan tanah ini tentunya hanya akan kita dapatkan apabila yang kita gunakan adalah pupuk Organik,dengan Catatan Pupuk organik yang digunakan adalah pupuk organik yang TELAH MATANG(kalau belum matang,ibarat makan nasi yang belum matang,…akibatnya bisa SAKIT PERUT).
B.2.Perihal pengaruh pupuk kimia,terhadap timbulnya penyakit bengkak akar/akargada/Plasmodiophora brassicae, dan juga pengaruh pupuk kimia terhadap menjadi rentannya tanaman Brokoli (daun menjadi tipis dan rapuh),sehingga menjadi lebih disenangi oleh ULAT PERUSAK DAUN DAN CROP ,juga telah kami kemukakan pada BLOG KAMI yang lalu.
C.1.Pengambilan gambar selanjutnya kami lakukan pada tanggal 20 Sep 2011,tanaman berusia 40 harian (penanaman 11 Ags 11, Sesuai gambar A.1).Tampak tanaman berdaun tebal dan kebiru-biruan,hal ini menunjukkan bahwa tanaman dalam kondisi sehat. Seperti hal nya juga manusia apabila sehat,masak harus mengkonsumsi obat terus.
Memang konsep kami dalam,pola pertanian organik ini adalah,mengupayakan agar tanaman tumbuh sehat. Kondisi sehat,dalam istilah kami,PT. KEMBANG LANGIT,adalah apabila tanaman BLT (bukan BANTUAN LANGSUNG TEWAS,EH… TUNAI,tetapi BIRU/daun hijau ke BIRU-BIRU-an,LENTUR dan TEBAL). Keadaan BLT ini akan kita dapatkan apabila yang dikonsumsinya adalah makanan yang sehat. Sedangkan apabila yang dikonsumsinya adalah makanan/pupuk kimia,yang terjadi biasanya kondisinya adalah KTR (KUNING/daun berwarna hijau kekuningan, TIPIS dan RAPUH). Kondisi tanaman yang KTR,jelas menunjukkan tanaman LEMAH/TIDAK SEHAT. Kalau sudah begini (tanaman tidak sehat),tentunya perlu BELI “OBAT” YANG BANYAK. Terjadilah biaya produksi dengan EKONOMI BIAYA TINGGI. Inilah yang terjadi pada saat ini,dalam dunia pertanian kita.
C.2.Daun Brokoli yang segar kebiru-biruan.
Memang dalam budidaya dengan dasar POLA PERTANIAN ORGANIK ini, kami belum bisa sepenuhnya meninggalkan BAHAN KIMIA,baik itu PUPUK KIMIA ataupun PESTISIDA KIMIA. Tetapi dengan pola ini,kami berupaya menekan penggunaannya,agar bisa SEMINAMAL MUNGKIN.
Ada beberapa alasan kami,KENAPA belum bisa meninggalkan BAHAN KIMIA tersebut,ALASANNYA ADALAH :
1. Bibit tanaman yang kita gunakan,sebagian besar adalah jenis HYBRIDA. Varietas Hybrida ini,merupakan varietas yang Genjah dan berbuah Lebat,tetapi SUDAH DI SETTING DARI SONO NYA, HARUS BANYAK PUPUK KIMIA.
2. Pola pertanian yang sudah “MENDARAH DAGING” dengan DASAR PERTANIAN KIMIA,untuk mengubahnya tidak bisa sekaligus,tetapi perlu ada bentuk ‘TOLERANSI’ . Dalam hal ini kami biasa masih memberi kelonggaran untuk tidak melarang petani menggunakan Bahan Kimia tetapi dengan takaran yang tidak terlalu tinggi.
3. Dalam kasus tertentu baik itu HAMA maupun PENYAKIT, terkadang kita memerlukan unsur-unsur kimia seperti Chlor,Phosphat atau Calsium untuk mengendalikan masalah -masalah tersebut.Bahkan dalam kasus tertentu kita memerlukan “GAS” dari Nitrogen,untuk memacu tanaman yang lambat tumbuhnya/kerdil (walaupun kadar yang terukur betul/tidak over ).
4. Sifat dan karakteristik dari hama tertentu (seperti KUTU DAUN/Aphids dan Ulat) yang tidak segera MERESPON,setelah diaplikasikan Insektisida ALAMI. Kutu Daun,yang merupakan serangga Hama yang tidak bersayap, reaksinya tidak segera TERBANG dan PERGI,setelah aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,yang bersifat REPELLEN dan ANTIFEEDEN ini. Demikian juga dengan ULAT,reaksi yang lambat(sekitar 3-4 hari),setelah aplikasi insektisida ALAMI ini,menyebabkan petani biasa nya kurang sabar menunggu hasil reaksi aplikasi.
Untuk mempercepat reaksinya,khusus untuk ulat ini, biasanya petani mencampurkan dengan Insektisida KIMIA, walau dengan dosis yang rendah,tidak lebih dari 10 %. Hasil yang realistis ,tentang hal ini,telah kami tampilkan diblog kami yang lalu.
Bahkan dalam blog yang lalu,telah kami bandingkan pula dengan yang 100 % menggunakan INSEKTISIDA KIMIA. Hasilnya anda yang menilainya…
D.1. Kondisi tanaman cabe sempat merana,hal ini terjadi karena,waktu panen dari tanaman Brokoli,yang dilakukan tidak sekaligus,tetapi dilakukan secara bertahap. Hal demikian menyebabkan perlakuan Pengecoran menjadi agak terhalang,karena biasanya perlakuan pengecoran dilakukan setelah tanaman brokolinya, seluruhnya telah dipanen.
E.1. Selanjutnya kami mencoba untuk memacu pertumbuhan cabe,yang sempat terganggu.
Namun demikian kami tetap mengantisipasi,terjadinya serangan hama dan penyakit.
Terutama dalam musim “peralihan” demikian kami waspadai betul agar terhindar dari PATEK dan LAYU FUSARIUM sambil terus “menggenjot” agar tanaman cabe yang berdaun kurang lebar dapat pulih kembali. Antara memacu pertumbuhan cabe dengan menghindari tanaman dari serangan PATEK DAN LAYU FUSARIUM,memang ada kontradiksi perlakuan,terlalu di”Genjot/dipacu” tanaman bisa rentan/rapuh terkena PATEK dan LAYU.
(untuk masalah PATEK,kami membuka blog khusus,bisa disimak di cabepatek.blogspot.com)
F.1.Selanjutnya kondisi tanaman,pada tanggal 5 Nov 2011,sudah berbuah dan daun mulai tampak pulih secara bertahap. Tunas-tunas baru sudah mulai tumbuh dan berkembang .
Sungguh hal yang menyenangkan teman ,dengan hasil yang telah dicapai hingga saat ini (apalagi tentunya oleh pemiliknya,tampak dalam Foto, sdr Aat,petani belia,yang umurnya bahkan kurang dari 20 tahun).
Sampai-sampai dalam berbudidaya tanaman ini,kami bisa mengekspresikannya sebagai suatu bentuk SENI tersendiri,yaitu:
“SENI BERTANI”,dimana kita bisa mengkombinasikan antara BAHAN ORGANIK dengan sedikit ‘WARNA’ NON ORGANIK/KIMIA. Kapan kita memberikan bahan- bahan organik (berupa pupuk maupun berupa pestisida organik) maupun kapan waktunya kita memberi variasi dengan pupuk dan pestisida kimia dengan kadar yang sangat-sangat RENDAH.
F.2. Setelah tanaman berusia sekitar 3 bulan,kondisinya mulai membaik,setelah sebelumnya sempat “rebutan” makanan dengan Brokoli (hasil tanaman awal brokoli,sangat memuaskan)
G.3. Inilah sosok petani pemula tersebut, sdr Aat,memegang PROTEK-tan dan kanan Sdr Mus yang memegang PESNATOR. Dua sosok anak muda yang mau berinovasi dan ber”Kreasi” dengan SENI BERTANI,ala PT.KEMBANG LANGIT.
Semoga Sukses Saudaraku,perjalanan masih panjang !!!
PERTANIAN ORGANIK SUATU KEHARUSAN BUKAN PILIHAN !!!











Silahkan…Sukses juga