PERAN HORMON pada,CABE yang TIDAK DIREMPEL
Kami mencoba mengulas lebih jauh perihal hormon pertumbuhan untuk tanaman. Masalah Hormon ini,sengaja kami ulas lagi untuk menghindari kesalahan yang dilakukan dalam bercocok tanam,karena salah dalam pemberian hormon,bisa fatal akibatnya. Seperti hal nya manusia, pada pria terdapat hormon Androgen demikian juga pada perempuan terdapat hormon tersebut tetapi dalam jumlah sedikit. Namun kalau hormon Androgen tersebut dosis nya bertambah atau sengaja ditambahkan,seorang perempuan bisa menjadi berkumis dan bercambang,atau pernah melihat /mendengar,atlet wanita yang berotot seperti pria? Hal ini terjadi karena telah terjadi “ketidakseimbangan” hormon. Contoh kasus ini pun ternyata,bisa terjadi pada tanaman.
1. (Hasil aplikasi yang menggunakan tehnik hormon alami,pengamatan tanggal 15 Juli 12,tanaman cabe ini,tunas-tunas sampingnya tumbuh dengan lebatnya )
Tumbuh tidak saja diatur oleh faktor – faktor lingkungan tetapi juga oleh bahan – bahan kimia yang dihasilkan dari DALAM TUMBUHAN SENDIRI. Bahan – bahan kimia itu disebut HORMON. HORMON merupakan SENYAWA ORGANIK yang bekerja aktif dalam jumlah yang sedikit sekali, ditransportasikan ke dalam seluruh tubuh tumbuhan dan mempengaruhi pertumbuhan atau proses – proses fisiologis lainnya. Hormon dibentuk di suatu tempat tetapi menjalankan fungsinya di tempat lain.Hormon tumbuhan atau fitohormon adalah zat pengatur yang dihasilkan oleh tumbuhan yang dalam konsentrasi rendah mengatur proses – proses fisiologis dalam tubuh tumbuhan. Sedang pengatur tumbuh merupakan senyawa – senyawa organik selain nutrisi, baik yang dihasilkan sendiri oleh tumbuhan maupun senyawa – senyawa kimia sintetik yang dalam jumlah kecil MEMACU, MENGHAMBAT atau sebaliknya mengubah beberapa proses fisiologis dalam tumbuhan.
2.(Bisa diperhatikan,rimbunnya tunas samping/lateral ,yang “dibiarkan” berkembang,tanpa perempelan)
Dalam hal ini,kami sekedar mengingatkan,akan perlunya kehati-hatian dalam pemberian hormon,apalagi apabila hormonnya bersumber dari hormon kimia. Reaksi yang terjadi bisa sebagai berikut,pertumbuhan bukannya terpacu malah terhambat,pertumbuhan sangat pesat tetapi tidak muncul bunga,daun menjadi menguning ,bahkan tanaman bisa menjadi rapuh,hal ini terjadi karena tanaman dipacu dengan hormon tetapi karena tidak ada keseimbangan dengan “pengisian NUTRISI”(tanaman hanya sekedar diberi NPK),akibatnya tanaman menjulang tinggi tetapi “berongga kosong”.
3.(Pertumbuhan tunas lateral/samping,dibiarkan /dipelihara,tidak dirempel, sekitar 5-7 batang)
Pengatur pertumbuhan/hormon tanaman dibagi menjadi 5 jenis, yaitu AUKSIN,GIBERELIN,SITOKININ,ETILEN DAN PENGHAMBAT PERTUMBUHAN.
1. Auksin
Auksin berperan dalam pertumbuhan untuk memacu proses pemanjangan sel. Hormon auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh) pucuk tumbuhan. Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apikal (ujung) batang dan dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral (samping) atau tunas ketiak,bila tunas apikal akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini disebut dominansi apikal.
Oleh karena itu,apabila anda mau memelihara TUNAS SAMPING,dan memilih jenis hormon,perlu dipertimbangkan jangan sampai memilih hormon jenis AUKSIN/IAA).
4.Dalam aplikasi pada tanaman cabe dan tomat di Kamojang Garut ini,pemberian hormon dilakukan dari HORMON ALAMI)
Giberelin merupakan hormon yang berfungsi sinergis (bekerja sama) dengan hormon auksin. Giberelin berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio. Giberelin akan merangsang pembentukan enzim amilase. Enzim tersebut berperan memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa. Glukosa merupakan sumber energi pertumbuhan. Apabila giberelin diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.
Hormon auksin akan memacu pertumbuhan tunas apical/tunas, tetapi akan menghambat kerja hormon giberelin yaitu dalam hal pembentukan tunas lateral (tunas ketiak).
JELAS DISINI,TERJADI REAKSI HORMON YANG “RUMIT” dalam TUBUH TANAMAN,antar jenis hormon terjadi REAKSI saling MENGHAMBAT.
5.( Dalam aplikasi kali ini,kami tidak mau “dipusingkan” dengan menakar berapa kebutuhan hormon yang “pas” untuk tanaman,oleh karena itu kami memilih yang simpel berupa pemberian hormon alami,yang sudah ditakar secara alamiah).
3. SITOKININ
6.(Pertumbuhan tanaman yang lebat,karena tunas-tunas samping dipelihara dalam jumlah yang banyak. Sebagai catatan,perlu diperhatikan apabila kita ingin memelihara tunas samping,diantaranya yaitu, unsur makanan /pupuk yang cukup,jarak tanam yang lebih lebar dan kondisi kelembaban /curah hujan yang tidak terlalu tinggi).
Hormon Etilen berperan dalam proses PEMATANGAN BUAH dan kerontokan daun. Apabila konsentrasi etilen sangat tinggi dibandingkan hormon auksin dan giberelin, proses pembentukan batang, akar, dan bunga dihambat oleh hormon ini. Namun apabila bersama-sama dengan hormon auksin, etilen merangsang proses pembentukan bunga .Hormon Gas Etilen adalah hormon yang berupa gas yang dalam kehidupan tanaman aktif dalam proses pematangan buah. Gas Etilen banyak ditemukan pada buah yang sudah tua .
Perlu diperhatikan lagi reaksi hormon yang saling “menghambat’ pada jenis-jenis hormon ini.
7.(Dikelola oleh Bp. Upit, petani yang baru pertama kali bercocok tanam cabe)
8. (Pengamatan tanggal 15 Juli 12,pertumbuhan tunas samping,sudah menunjukkan hasil,berupa bunga dan buah yang muncul dalam jumlah yang banyak).











pupuk apa yang harus dipake untuk cae supaya perkembangangan nya lebih cepat,
kami menggunakan protektan dan pesnator pak,sebbahgai pupuk dan juga berfungsi sebagai hormon.
knapa ya cabeku nga cepat perkmbangan nya?
Perkembangan tanaman sangat tergantung pupuk ,hormon dan pestisida yg digunakan. Apa saja yang digunakan pak?