Tag Archives: Akar gada

1 2 »

AKAR GADA PADA KUBIS DENGAN POLA “PUPUK BERIMBANG”,TEPATKAH?

Pada kesempatan ini,kami tertarik untuk “mengulas” tehnik pemberian pupuk yang disetting dari awal.  Berikut ini kami sertakan contoh pemberian pupuk yang “berimbang” versi  konvensional.  Kami tertarik untuk membahas pemberian  pupuk pada  tanaman kubis yang hubungannya antara jumlah pupuk yang diberikan dengan terjadinya akar gada pada kubis.

1.Gambar contoh tanaman yang terkena gejala akar gada,akibat serangan Plasmodiophora brassicae.

Pengertian pupuk berimbang versi konvensional kami contohkan sebagai berikut.  Saran aplikasi yang diberikan oleh salah satu lembaga riset  untuk komoditas kubis berdasarkan “POLA PUPUK BERIMBANG”.  Pada tabel anjuran untuk komoditas kubis tertera sbb:  Pupuk dasar diberikan PUPUK PHONSKA 200 kg + Pupuk ZA 50 kg,pupuk susulan I,diberikan pada usia 15 hari dengan komposisi Phonska 200 kg + Pupuk ZA 50 kg selanjutnya untuk pupuk susulan II,diberikan pada tanaman berusia 30 hari ,dengan komposisi Pupuk ZA 200 kg.

2.(Lokasi penanaman kubis ini,dekat dengan percontohan cabe dan tomat ,yang secara berkesinambungan kami pantau perkembangannya).

Memang kami maklumi,bahwa setiap orang mempunyai cara dan metode sendiri dalam berbudidaya tanaman,bahkan kalau ada 100 orang kita mintai pendapatnya tentang pola pupuk dan pengobatannya,niscaya akan muncul 100 cara aplikasi pula. Kami sangat memahami hal demikian.  Kami hanya tertarik untuk mengulasnya karena, anjuran ini,dikeluarkan oleh badan Riset Pemerintah yang saran rekomendasinya bisa menjadi acuan petani-petani kubis di seluruh Indonesia.

3.Contoh tanaman yang terkena serangan Akar gada,pengamatan di lakukan di Samarang Kab. Garut.

Pertama penggunaan istilah pupuk berimbang, sepertinya istilah pupuk berimbang ini perlu dikoreksi ulang. Karena istilah pupuk berimbang dalam versi konvensional adalah berimbang dalam komposisi kandungan N, P dan K nya. Sedangkan dari kadar unsur hara makronya saja 3 unsur lain belum tercantumkan yaitu, kadar Ca, Mg dan S nya,apalagi unsur MIKRO nya.

4. Pola pemberian pupuk dengan cara sebagaimana yang dianjurkan seperti diatas,hingga saat ini masih “membudaya” pada aplikasi khususnya tanaman hortikultura kubis.   Hasilnya seperti gambar 1-5 ini.  Pengamatan kami,sebagian besar terjadinya akar gada ini,justru setelah diberikannya pupuk susulan dengan metode konvensional ini. Menurut Hemat kami,pola anjuran dengan sistem pemupukan demikian perlu di KAJI ULANG.  Kami sering melakukan observasi dan penelitian langsung akan hal ini.   Metode sederhana bisa dilakukan oleh badan riset pemerintah, kumpulkan petani dan bisa menanyakan pertanyaan berikut ini. 1.  Kapankah petani kubis mengalami kejadian penyakit bengkak akar/akar gada sebelum diberi pupuk susulan atau sesudah pemberian  pupuk susulan? 2.  Berapa persen yang mengalami kejadian akar gada sebelum diberi pupuk susulan dan berapa persen yang terjadi setelah diberi pupuk susulan? 3.  Jenis pupuk apa saja yang diberikan sebelum terjadinya akar gada tersebut?

5.Kalau jawaban petani adalah sbb: 1. Akar gada terjadi setelah pupuk susulan,berarti ada “apa-apa”nya dengan dosis dan jenis pupuk ini. 2. Kalau jawaban kedua ,petani lebih banyak yang menjawab  persentasenya justru lebih banyak  yang menjawab,SESUDAH, maka pola rekomendasi PUPUK BERIMBANG ini,perlu dipertanyakan dan dilakukan Riset  lanjutan.3. Jenis pupuk yang direkomendasikan yang tertara diatas apakah juga sudah tepat?

6.(Gambar diatas ini,hasil aplikasi dengan metode pertanian organik kembang langit)

Perlu pengkajian dan penelitian lebih lanjut oleh lembaga riset yang berkompeten dalam hal ini,jangan sampai petani menjadi korban rekomendasi yang justru menyebabkan tanaman kubis menjadi terkena akar gada.

7.Hasil nya seperti diatas ini,kami tidak menggunakan fungisida untuk mengendalikan cendawan /jamur Plasmodiophora brassica penyebab akar gada ini.  Mengkondisikan agar cendawan tidak sesuai untuk perkembangbiakannya,ternyata efektif untuk mengendalikan akar gada ini.  Menurut pengalaman kami, justru dengan pemberian pupuk berimbang seperti diatas ,mengkondisikan cendawan akar gada berkembang pesat.

URAIAN DIATAS HANYA SATU CONTOH PADA KOMODITAS KUBIS, DEMIKIAN PULA UNTUK TANAMAN LAINNYA.  PERLU KEHATI-HATIAN DALAM MEMBERIKAN PATOKAN REKOMENDASI . REKOMENDASI  PUPUK YANG TIDAK TEPAT  JUSTRU  BISA ‘MENJERUMUSKAN’ PETANI,KARENA MENURUT   KAMI, PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN(PUPUK) EFEKNYA BISA LEBIH BESAR DARI PADA PEMBERIAN  “OBAT ” SEKALIPUN.

AKAR GADA ,Plasmodiophora brassicae, PADA KUBIS,teratasi…

Penanggulangan masalah akar gada,bisa jadi penyakit yang menjadi kendala utama pada pertanaman kubis.  Bisa jadi pada saat serangan berjangkit,persentase serangan lebih dari 50 % bahkan bisa total.
1. (Pada kesempatan ini,kami tampilkan pengamatan lanjutan pada tanaman kubis milik H.  Rahmat, Cikandang,Cikajang Garut, bisa kita lihat pada gambar hasil aplikasi setelah 4 kali pengecoran,crop kubis  mulai membentuk dan ukuran terlihat besar- besar)
2.  (Tanaman kubis ini,awalnya ditumpang sarikan dengan tanaman tomat/terlihat bekas ajir,bambu penyangga) Menurut pengalaman petani tersebut,biasanya tanaman kubis yang ditumpangsarikan dengan tomat,ukurannya tidak sebesar-besar ini.
3.  Pada kesempatan ini,kami mengajak Sdr. Watno dari Desa Petaling,Kab. Muaro Jambi,Prop. Jambi,yang sengaja  berkunjung ke Garut untuk melihat langsung tehnik pertanian organik,ala kembanglangit.
4.Populasi jumlah tanaman kubis sekitar 40.000 tanaman. Masalah akar gada pada tanaman kubis ini,ternyata dapat teratasi  dengan menggunakan tehnik pengendalian berbasis pertanian organik,ala kliniktaniorganik, KEMBANG LANGIT.
5. Sdr. Watno,sedang mengamati pelepah dan buah kubis yang sebesar, “nampan beras”.  Selain akar gada,masalah bercak daun alternaria brassicae,juga dapat teratasi.  Hal prinsip yang kami lakukan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh cendawan/jamur, Plasmodiophora brassicae ini adalah dengan mengupayakan akar serabut tumbuh secara pesat, dan mengupayakan pula agar Akar Tunggang kubis,yang terserang  “membusuk”.
6. Pertumbuhan akar serabut ini sangat besar pengaruhnya apabila akar tunggang sudah terserang penyakit ini.  Akar serabut tersebut akan mengimbangi dan berupaya menyerap unsur hara karena akar tunggang sudah “bengkak”terinfeksi Plasmodiophora brassicae. Akar serabut akan menjadi “penyeimbang”  dan mengambil alih fungsi dari akar tunggang untuk menyerap unsur hara dari dalam tanah.  Memang dalam perkembangnnya biasanya ukuran kubis yang sudah terserang akar tunggangnya, ukuran Cropnya tidak sebesar apabila akar tunggang tidak terganggu.
7.  Ukuran buah/Crop kubis yang besar dibandingkan dengan kemasan rokok.
Dengan tehnik pertanian,berbasis pertanian organik,ala  kliniktaniorganik, KEMBANG LANGIT, pertama yang dilakukan adalah dengan mengupayakan agar tanah menjadi “gembur” terlebih dahulu,sehingga diharapkan apabila tanah sudah gembur adalah pertumbuhan akar serabut menjadi “leluasa” bergerak.  Langkah selanjutnya adalah mengkondisikan agar Plasmodiophora brassicae tidak sesuai media tumbuhnya disekitar perakaran tersebut.  Demikianlah yang kami lakukan. Hasilnya…terlihat pada gambar-gambar  diatas.
OLEH KARENA ITU, APALAGI YANG DIRAGUKAN DENGAN KONSEP BASIS  PERTANIAN ORGANIK.

PUPUK KANDANG AYAM BERPOTENSI MENYEBARKAN Plasmodiophora brassicae,pada KUBIS-KUBISAN.

Banyak kasus yang terjadi pada saat budidaya tanaman kubis-kubisan,diantaranya adalah, penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh cendawan/jamur,Plasmodiophora brassicae.
1. Spora Plasmodiophora yang bertahan lama dalam tanah bahkan bisa mencapai sedikitnya 6-8 tahun tanpa tanaman inang…,jadi sekali tanah terkontaminasi cendawan ini,hati-hatilah…agar tanaman kubis-kubisan kita tidak terserang penyakit bengkak akar/ akar gada tersebut.2. Adapun langkah -langkah pengendalian menurut , tehnik kliniktaniorganik ,KEMBANG LANGIT  adalah,dengan perlakuaan pada tanah  yang akan ditanami dan pupuk dasarnya.  Sering kita melihat pada aplikasi dilahan adalah dengan mencari/menggali tanah merah yang belum terkontaminasi cendawan /jamur ini.  Hal ini tentunya tidak salah,hanya betapa “ribet”nya kalau lokasi yang mau ditanami,dengan luasan yang besar…, harus menggali tanah merah yang ada dibawah permukaan “top soil”,DIBALIK POSISINYA JADI DIATAS.3. PUPUK KANDANG baik dari ayam atau hewan lain pun rupanya perlu diwaspadai, “andil”nya dalam menjangkitkan penyakit bengkak akar ini. Terutama pupuk kandang ayam,coba anda perhatikan…
Pupuk kandang ayam yang biasanya dicampur dengan kulit sekam padi,biasanya secara bersamaan MENGANDUNG, semacam KUTU-KUTU KECIL,seperti yang terdapat pada ayam,ditempat kami kutu ini,disebut, “SIEUR”/Kutu ayam.  Bisa juga sesekali akar kubis-kubisan yang bengkak (membentuk kista),di pecah/dibuka,kemungkinan besar anda menemukan adanya serangga hama tersebut. Namun jangan salah menduga bukan kutu ini penyebab dari bengkak akar,tetapi adanya proses pelukaan oleh kutu ini jelas, cendawan/jamur plasmodiophora jadi lebih mudah masuk kedalam jaringan akar tanaman.
4. Selain itu terkadang pupuk kandang ayam,oleh penjualnya biasa dicampur dengan kayu bekas potongan gergaji.  Dampak dari pencampuran ini adalah,justru MENGUNDANG,datangnya HAMA URET/ ULAT TANAH ( ditempat kami,disebut hama  KU’UK),sebab secara alamiah,potongan KAYU YANG LAPUK MEYEBABKAN SANGAT DISENANGI OLEH HAMA URET UNTUK TINGGAL DAN BERKEMBANG BIAK.  Adanya dua bahan pencampur pada pupuk kandang ini,SEKAM GABAH DAN POTONGAN KAYU GERGAJI,menyebabkan  MENGANDUNG DAN MENGUNDANG,hama-hama yang berpotensi MELUKAI AKAR…akibatnya,AKAR LUKA…Plasmodiophora  brassicae… MASUK ….,memang banyak penyebab masuknya Plasmodiophora brassicae kedalam jaringan tanaman,tetapi hal ini,sangat…kasat mata tentunya…
5. PANEN BERHASIL, terhindar dari akar gada/bengkak akar…
Analogi/pendekatan persamaan pada kejadian-sehari-hari,bisa dipersamakan dengan terinfeksinya kaki oleh “kuman” tetanus dari kotoran kuda.  Adanya luka  pada bagian kaki,mungkin anda akan berfikir sekian kali kalau mau bersinggungan dengan kotoran kuda tersebut,tetapi apabila tidak ada luka pada bagian kaki tersebut,boleh jadi tidak ada masalah  walaupun ,menginjak kotoran kuda.  Dalam kasus bengkak akar ini,yang menyebabkan terjadinya pelukaan salah satunya  adalah akibat hama,KUTU DAN URET ,yang terdapat pada kotoran/pupuk ayam,  seperti yang kami uraikan diatas.
6.  Hasil panen,sukses
Sawi putih/petcay,TIDAK TERSERANG AKAR GADA/BENGKAK AKAR yang disebabkan oleh,Plasmodiophora brassicae.
Namun demikian tidak usah terlalu khawatir,kami mempunyai tehnik untuk mengendalikan HAMA KUTU DAN ULAT TANAH/URET yang terdapat pada pupuk kandang tersebut,langkah yang biasa kami lakukan adalah dengan menyemprotkan PUPUK KANDANG AYAM tersebut dengan PROTEK-tan ,2 tutup dan PESNATOR, 1 tutup per tangki 15 liter air, dan disemprotkan secara merata.
7.  Adapun maksud dari perlakuan penyemprotan ini adalah, PERTAMA ,untuk “mengusir” hama kutu dan Ulat yang ada pada PUPUK KANDANG AYAM TERSEBUT,KEDUA  juga berfungsi untuk  mematangkan pupuk kandang ayam dan KETIGA  kandungan agen hayatinya , yang terdapat pada PROTEK-tan DAN PESNATOR, (berfungsi sebagai  mikroba antagonis ) diharapkan mampu MENEKAN POPULASI Plasmodiophora brassicae yang ada dalam tanah…
Hal ini merupakan  SALAH SATU, metode kami kliniktaniorganik, KEMBANGLANGIT  dalam mengendalikan penyakit bengkak akar/akar gada pada tanaman kubis-kubisan,langkah -langkah lainnya kami ulas secara ber seri kedepan…
SEMOGA BERMANFAAT…
PERTANIAN ORGANIK SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN
Top