Tag Archives: PENYAKIT CABE

1 2 »

HAMA DAN PENYAKIT CABE 2

Kita lanjutkan pembahasan tentang hama dan penyakit cabe,namun agar lebih “afdhol” kita berikan beberapa hasil gambar yang merupakan aplikasi di lapangan dalam hal pengendalian hama dan penyakit  tanaman cabe  tersebut. Kami berprinsip apalah arti suatu uraian tentang teori pengendalian hama dan penyakit yang panjang lebar tanpa dilakukan suatu uji lapangan.

Gambar diatas kami ambil pada saat usia tanaman dua mingguan.

Adapun beberapa jenis PENYAKIT TANAMAN CABE yang biasa menyerang adalah sbb:

Jenis penyakit (yang disebabkan oleh mikroorganisme,seperti cendawan/jamur,bakteri atau virus) yang menyerang tanaman cabe lebih bervariatif lagi jenisnya antara lain, bercak bakteri Xanthomonas campestris,layu bakteri Ralstonia solanacearum, antraknose /busuk buah Colletotricum spp, bercak daun Cercospora dan bercak daun Phytophthora capsici,layu Fusarium oxysporum,busuk daun Choanephora cucurbitarum,bercak kelabu stemphylium solani,embun tepung Leveillula taurica,bengkak akar Meloidogyne spp,virus mosaik keriting PVY,CMV,CVMV,kerdil,nekrotis ,virus mosaik,Tobacco mosaik Virus,Virus Kerupuk dan Virus Gemini/keriting.

Ada juga penyakit yang terbawa benih,antara lain Colletotricum Spp dan yang disebabkan oleh virus TMV dan CMV.

Jenis penyakit yang biasa menyerang pada persemaian antara lain,layu bakteri, rebah kecambah Rhizoctania solani,Phytium spp, Fusarium spp,Phytophthora sp,Colletotricum spp,bengkak akar Meloidogyne spp,Virus Potato virus,CPVY,CMV dan TMV. Penyakit yang disebabkan oleh Virus ini pada umumnya menular sedangkan ada juga kerusakan yang bentuknya menyerupai gejala serangan virus tetapi tidak menular yaitu antara lain,karena mutasi gen/kromosom  (bentuknya seperti kekurangan zat hijau daun),ujung buah busuk karena kekurangan Kalsium, kelebihan unsur garam sehingga tanaman kerdil dan mati,karena terbakar sinar matahari dan akibat keracunan pestisida seperti ,insektisida,fungisida atau karena keracunan Herbisida.

Kalau menyibak uraian diatas begitu banyak nya jenis penyakit yang bisa timbul dan menyerang tanaman cabe ,belum lagi kalau di uraikan tentang gejala satu persatu dan morfologi dan fisiologi penyakit tersebut,pasti dijamin “mumet “.

Agar kita tidak “mumet” maka kami ajak anda untuk langsung praktek lapangan dan dilapangan pula kita nantinya kami harapkan petani memahami klasifikas ,jenis hama dan penyakit,faktor penyebab terjadinya serangan HPT(HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN),gejala-gejala yang ditimbulkannya,dan tehnik pengendaliannya.

Gambar diatas ini,diambil pada tanggal 31 januari 2012.  Tentunya untuk mendapatkan hasil yang demikian beberapa langkah pengendalian HPT telah dilakukan dan berhasil lolos dari serangan .

Kita uraikan satu persatu tentang penyakit tanaman yang paling sering menggangu tanaman cabe.

1. PENYAKIT ANTRAKNOSE/PATEK

Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabai disebabkan oleh Cendawan/jamur, Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan kendala utama petani cabai karena bisa menghancurkan tanaman hingga 90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi dengan suhu 32 derajat celsius, biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam.  Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan
busuk kering dengan warna coklat kehitam-hitaman.

Pengendalian penyakit

Inti dari pengendalian penyakit dengan tehnik kami adalah bukan dengan mengandalkan fungisida tetapi dengan mengupayakan tanaman sehat,berupa buah cabe yang keras,padat berisi dengan kadar air yang rendah. Semua ini akan kita dapatkan apabila pola pemupukannya tepat,tidak mengandalkan pupuk/makanan kimia.  Dalam kehidupan kita sehari-hari pun,apabila makanan yang dikonsumsi kebanyakan dari jenis kimia,maka akibatnya kondisi tubuh menjadi rapuh. Nah …kalau sudah begini yang terjadi adalah berbagai jenis penyakit mudah sekali menyerang.  Biasanya apabila kondisi ini terjadi maka pengobatan yang dilakukan adalah obat-obatan kimia,akibatnya…sering kita perhatikan justru timbulnya penyakit jenis lain (komplikasi). Demikian juga sering terjadi pada tanaman cabe yang sedang dibudidayakan mudah terkena patek dan merembet kepenyakit yang lain seperti layu dan virus kuning,atau sebaliknya.

2. LAYU FUSARIUM

Penyakit layu fusarium merupakan salah satu masalah penting bagi  tanaman di Indonesia. Penyakit tersebut disebabkan oleh patogen cendawan Fusarium oxysporum  yang merupakan patogen tular tanah. Cendawan tersebut merusak tanaman karena menghasilkan senyawa toksin yang disebut ASAM FUSARAT.

Ok. Kita sederhanakan bahasa “sekolahan” tersebut diatas,ada unsur beracun yang dikeluarkan oleh cendawan/jamur tersebut berupa,”zat asam”,oleh karena itu,pemberian pupuk kimia yang cenderung bersifat asam,justru akan meningkatkan terjadinya populasi tanaman yang layu.  Biasanya kami mengumpamakannya denganistilah, sudah terkena “asam lambung/maag” di tambah lagi makan nya yang asam-asam,kira-kira apa yang terjadi? Adapun tehnik yang kami kembangkan untuk mengendalikan penyakit satu ini adalah ,selain dengan sesedikit  mungkin pemberian PUPUK KIMIA,yang bereaksi asam,kami juga berupaya MENETRALISIR TINGKAT KEASAAM TANAHNYA. Metode yang kami lakukan adalah dengan memberikan  “KAPUR,GARAM DAN GULA”,sebab biasanya pemberian ketiga unsur ini,menyebabkan tingkat keasaman (misalya saja,mangga muda yang asam) menjadi rendah/tidak terlalu asam (konsepnya seperti membuat “manisan/asinan buah”) .

Ada saran yang sering terjadi dilapangan untuk pengendalian penyakit layu ini, yaitu dengan pemberian BAKTERISIDA, menurut hemat kami hal ini perlu direnungkan,diadakan pengamatan yang lebih mendalam tentang keefektifannya kalau perlu dikaji ulang,perihal pemberian saran yang demikian.  Harga bakterisida cukup mahal,selain itu apakah tepat apabila digunakan untuk mengatasi ,Jamur? Jadi jangan sampai petani merugi,karena sudah membeli produk yang berharga mahal tapi tidak tepat sasaran,selain itu efek dari pemberian BAKTERISIDA secara terus menerus,tentunya akan menyebabkan bukan hanya bakteri yang merugikan yang mati,tetapi juga bakteri bakteri yang menguntungkan berupa bakteri-bakteri pengurai.

3. BERCAK DAUN CERCOSPORA

Bercak-bercak bulat kecil pada daun merupakan ciri khas serangan Cercospora capsici. Warna dibagian dalam lingkaran selalu berbeda dengan tepi lingkaran. Bercak tersebut akan meluas hingga mencapai + 0,5 cm. bercak tampak berwarna pucat sampai putih, dan tepinya berwarna lebih tua. Selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun.

Kita lihat lagi, tanaman yang sedang kami ujiterap,tampak daun berwarna hijau kebiruan,tebal tetapi lentur,kami biasa menyebut kondisi ideal ini dengan istilah kami dengan singkatan BLT,bukan BANTUAN LANGSUNG TUNAI,tetapi BIRU LENTUR TEBAL.  Kondisi daun yang sehat demikian tentunya menyebabkan tanaman tidak perlu banyak-banyak obat/fungisida karena tanaman sudah sehat/fit. Menurut analisa kami ,lagi-lagi penyebab terjadinya penyakit bercak daun ini adalah ,akibat pemberian pupuk kimia yang dosisnya terlalu tinggi,karena efek dari pemberian pupuk kimia ini adalah,justru daun menjadi TIPIS,KEKUNINGKUNINGAN DAN RAPUH (kita singkat saja dengan istilah,TKR).  Dalam kondisi TKR demikian biasanya daun menjadi mudah sekali terkena bercak daun,walaupun sudah diberikan fungisida yang banyak bahkan dengan pemberian beberapa merk fungisida sekalipun.

4.  VIRUS KUNING/VIRUS GEMINI

Sebenarnya banyak jenis penyakit yang menyerang cabe yang diakibatkan oleh Virus,antara lain

virus mosaik keriting PVY,CMV,CVMV,kerdil,nekrotis ,Tobacco mosaik Virus,Virus Kerupuk ,Virus Potato virus. Pada umumnya,Penyakit yang disebabkan oleh Virus ini menular.  Sedangkan penularnya bisa dari serangga vektor seperti kutu kebul,thrips dan juga tungau.  Oleh karena itu teknik pengendalian penyakit virus ini erat hubungannya dengan pengendalian hama penularnya itu sendiri.

Ciri buah yang sehat,mengkilat,kadar air rendah dan kulit buah tebal (gambar bawah)

Virus kuning dan keriting daun,saat ini menjadi kendala utama dalam budidaya cabe,informasi dari berbagai daerah hampir setiap hari,ada yang masuk dan mengeluhkan tanamannya terkena penyakit ini.

Adapun langkah pengendalian yang sering kami lakukan adalah dengan  :

1.  Melakukan penyemprotan PROTEK-tan dengan dosis yang agak ditinggikan dari dosis anjuram dan interval penyemprotan yang dirapatkan.  Hal ini perlu dilakukan agar hama vektor Thrips,tungau dan kutu kebul,segera “pergi”,dan sesegera mungkin kita isi nutrisi tanaman yang diisap oleh hama tersebut.  Klorofil/zat hijau daun perlu sesegera mungkin kita bentuk kembali,sehingga tanaman tidak menguning.

2.  Selain lewat penyemprotan  dari atas,perlu kiranya dibantu perlakuan dari bawah ,malalui pengecoran PROTEK-tan dan pupuk organik yang telah dimatangkan.  Langkah ini  biasanya terlupakan oleh petani,karena hanya fokus pada bagian daun atas saja.  Padahal menurut hemat kami,dorongan unsur hara dari akar memegang peranan penting,untuk mempercapat pulihnya daun yang kekurangan unsur hara akibat isapan hama tersebut.

(Pengamatan tanggal 28 april 12,panen sudah 13 kali)

3.  Pemberian pupuk kimia terutama yang mengandung “rasa dingin”,hendaknya di kurangi atau bahkan pada saat serangan tinggi,perlu dihentikan sama sekali.  Penjelasan secara sederhananya kurang lebih sebagai berikut:  Serangan virus,justru makin berkembang pada saat kondisi tubuh “dingin”. Pendekatannya bisa dimisalkan pada saat tubuh terserang virus influensa,kemudian minum Air es/Es Sirop, kemungkinan besar penyakit Flu nya makin meningkat,bukannya sembuh walaupun sudah minum  obat FLU seperti BODREK,INZA,ULTRA FLU ,NEOZEP dll(bukan iklan…Ya,ini hanya ilustrasi).  Oleh karena itu obat dalam hal ini PRODUK KEMBANG LANGIT,bukan segalanya,perlu kiranya pengaturan pola pupuk yang tepat untuk medapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.  Dalam kehidupan sehari-hari,biasa kita menyalahkan  DOKTER yang memberi obat pada kita, sembari berkomentar,”obatnya dari dokter A atau dokter B,koq enggak ampuh ?”Padahal,disadari atau tidak,sakitnya atau belum pulihnya dari sakit justru karena mengkonsumsi yang di “pantrangnya”.

 SEMOGA BERMANFAAT

PERTANIAN ORGANIK SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN !!!

HAMA DAN PENYAKIT CABE 1

Hama dan Penyakit Cabe,sebenarnya sangat banyak  antara lain,hama kutu daun Aphis sp, tungau,thrips palmi,ulat daun,lalat buah dan kutu kebul/kutu putih.

Sedangkan jenis penyakit (yang disebabkan oleh mikroorganisme,seperti cendawan/jamur,bakteri atau virus) yang menyerang tanaman cabe lebih bervariatif lagi jenisnya antara lain, bercak bakteri Xanthomonas campestris,layu bakteri Ralstonia solanacearum, antraknose /busuk buah Colletotricum spp, bercak daun Cercospora dan bercak daun Phytophthora capsici,layu Fusarium oxysporum,busuk daun Choanephora cucurbitarum,bercak kelabu stemphylium solani,embun tepung Leveillula taurica,bengkak akar Meloidogyne spp,virus mosaik keriting PVY,CMV,CVMV,kerdil,nekrotis ,virus mosaik,Tobacco mosaik Virus,Virus Kerupuk dan Virus Gemini/keriting.

Ada juga penyakit yang terbawa benih,antara lain Colletotricum Spp dan yang disebabkan oleh virus TMV dan CMV.

Jenis penyakit yang biasa menyerang pada persemaian antara lain,layu bakteri, rebah kecambah Rhizoctania solani,Phytium spp, Fusarium spp,Phytophthora sp,Colletotricum spp,bengkak akar Meloidogyne spp,Virus Potato virus,CPVY,CMV dan TMV. Penyakit yang disebabkan oleh Virus ini pada umumnya menular sedangkan ada juga kerusakan yang bentuknya menyerupai gejala serangan virus tetapi tidak menular yaitu antara lain,karena mutasi gen/kromosom  (bentuknya seperti kekurangan zat hijau daun),ujung buah busuk karena kekurangan Kalsium, kelebihan unsur garam sehingga tanaman kerdil dan mati,karena terbakar sinar matahari dan akibat keracunan pestisida seperti ,insektisida,fungisida atau karena keracunan Herbisida.  Banyak juga yaa… Tapi ngak perlu mumet-mumet,nanti kita pilih saja hama dan penyakit yang penting DAN PALING SERING menyerang tanaman ,agar tidak terlalu banyak. Ok…

Berikut ini kami akan membahas hama dan yang penyakit pada tanaman cabe,yang penting-penting saja

HAMA HAMA CABE:

1.  Hama Trips

2.  Hama Tungau

3.  Hama ulat Spodoptera litura

4.  Hama Kutu kebul

5. Hama Lalat Buah

PENYAKIT TANAMAN CABE :

1. BUSUK BUAH .ANTRAKNOSE/PATEK

2. LAYU FUSARIUM

3. BERCAK DAUN CERCOSPORA

4.  VIRUS KUNING/GEMINI

Untuk mendapatkan hasil tanaman yang sehat,tidak cukup hanya mengandalkan pupuk daun,pupuk buah dan hormon pertumbuhan /ZPT saja,tetapi perlu secara cermat mengatasi masalah hama dan penyakitnya.  Menurut pengalaman dan pengamatan kami dilapangan walaupun pupuk daun dan ZPT/HORMON PERTUMBUHAN nya kualitas tinggi,tetapi tidak tepat dalam pengendalian hama dan penyakitnya,hasilnya biasanya akan jauh dari harapan.

1.  HAMA THRIPS

Kalau melihat kondisi tanaman seperti ini,bisa anda lihat bahwa,kami telah berhasil mengatasi masalah hama thrips yang biasanya membuat kondisi tunas daun mengeriting kearah atas,bisa kita perhatikan bahwa tunas daun teratas terus “mengulur” dan terus berkembang bahkan buah dibagian ujung tunas pun mulai membentuk.

Morfologi,Hama thrips

Hama trips mempunyai panjang tubuh antara  1,2 – 1,7 mm. Serangga ini mempunyai sepasang sayap, berwarna kuning dengan dasar hitam. Serangga ini berbiak dengan cara bertelur, yang diletakkan secara berkelompok di dalam jaringan tanaman . Telur berbentuk oval dan berwarna putih kemudian menetas menjadi nimfa berwarna putih kekuning-kuningan. Pada stadia nimfa dapat bergerak aktif dan  berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain. Nimfa mempunyai beberapa stadia sebelum berubah menjadi dewasa (imago). Imago berwarna kuning dengan sayap dasar berwarna hitam. Siklus hidup hama ini antara 35 – 40 hari.

Cara paling mudah untuk  mengamati bahwa tanaman cabe kita sedang terserang hama thrips adalah dengan membalik kelopak bunga cabe,biasanya hama ini “bergerombol ” dibagian ini.

Dengan mengamati hasil aplikasi yang kami tampilkan diatas ini,mungkin anda sepakat bahwa masalah hama thrips telah dapat kami atasi dengan sistem pertanian berbasis organik. Dalam hal ini tehnik pengendalian yang kami terapkan adalah dengan menyemprotkan PROTEK-tan,secara kontinyu seminggu sekali.  Selain itu pengecoran terus kami lakukan dengan PROTEK-tan PLUS pupuk yang telah dimatangkan, 15 hari sekali.  Untuk penyemprotan kami hanya menambahkan sedikit Proponofos 5 ml per 17 liter,sedangkan untuk pengecoran kami tambahkan 10 gr PUPUK NPK  per liter air.

2.  HAMA TUNGAU

Hama  tungau/ mite  bersifat parasit yang merusak daun, batang maupun buah sehingga dapat mengakibatkan perubahan warna dan bentuk. Pada tanaman cabai. Tungau menghisap cairan daun sehingga warna daun terutama pada bagian bawah menjadi berwarna kuning kemerahan, bentuk daun akan MENGGULUNG KE BAWAH  biasanya mengakibatkan pucuk mengering dan akhirnya menyebabkan daun rontok. Tungau berukuran sangat kecil dengan panjang badan sekitar 0,5 mm, berkulit lunak dengan kerangka chitin. Seperti halnya thrips, hama ini juga berpotensi sebagai pembawa virus.

Hasil aplikasi diatas,menunjukkan daun yang bentuknya mulus tidak “menggulung keatas atau kebawah”,hal ini bisa kita jadikan suatu parameter bahwa tanaman lolos dari serangan hama Tungau.  Serangan hama Tungau tidak bisa dianggap sepele,sebab apabila terkena,bisa menyebabkan daun menggulung kebawah dan pada umumnya bunga juga ikut rontok.  Apabila bunga pada rontok ,apalagi yang diharapkan dari tanaman cabe seperti demikian? Upaya pengendalian hama Tungau ini kami lakukan penyemprotan PROTEK-tan, dan pengocoran dari bawah dengan mengkombinasikan dengan pupuk kandang. Perlakuan dari bawah dan dari atas ini sangat penting sebab,nutrisi yang diisap oleh Tungau harus segera tergantikan,selain tentunya “mengusir” hama tungaunya,tidak perlu dimatikan cukup dikondisikan agar tungau tidak betah pada pertanaman kita.

3.  HAMA ULAT

Hama ulat yang paling sering menyerang tanaman cabe adalah Spodoptera litura.

Ulat grayak ini sangat merugikan karena menyerangan tanaman secara bergerombol dan massif sehingga kadang disebut juga sebagai ulat tentara (army worm).  Ulat grayak biasanya menyerang pada malam hari, tingkat serangan parah dan tingkat lanjut bisa menyebabkan seluruh pertanaman dalam satu hamparan bisa habis dalam waktu satu malam saja.

Salah satu gejala awal serangan ulat grayak  ialah daun – daun cabe yang meranggas dan berlubang-lubang. Ulat grayak mulai memakan daun dari bagian tepi kemudian ke bagian atas maupun bawah daun.  Pada tingkat serangan yang parah daun hanya tertinggal epidermisnya saja.  Sehingga daun menjadi tidak berfungsi sebagai tempat fotosintesis, akibatnya produksi buah cabe terhambat dan menurun.

Apabila disekitar pertanaman cabe banyak kupu-kupu beterbangan pada malam hari dengan ciri-ciri berwarna agak gelap dengan garis agak putih pada sayap depan, berarti itulah serangga dewasa dari ulat grayak. Kupu-kupu ini akan meletakkan telur secara berkelompok di atas daun atau tanaman dan ditutup dengan bulu-bulu. Jumlah telurnya bisa mencapai 500 butir per betina. Telur-telur tersebut kemudian akan menetas menjadi ulat /larva,  mula-mula hidup berkelompok dan setelah dewasa kemudian menyebar.

Salah satu ciri khas yang bisa menjadi penanda dari larva / ulat  grayak ini adalah terdapat bintik-bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya. perkembangan selanjutnya larva akan berubah menjadi pupa / kepompong yang biasanya dibentuk di bawah permukaan tanah.  Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30 – 61 hari.  Stadium yang paling membahayakan dari hama Spodoptera litura F ini adalah saat ia berada pada stadium larva / ulat.  Membahayakan karena ulat grayak ini sangat rakus dan menyerang bukan hanya tanaman cabe saja, ulat grayak termasuk ulat polifag yang makan segala jenis tanaman.

Hama ulat dalam hal ini kami kendalikan dengan pestisida nabati organik- PESNATOR.  Cara kerjanya adalah dengan,mengupayakan agar hama ulat tidak mau makan dan tidak “kerasan” tinggal dipertanaman yang telah diaplikasikan PESNATOR tersebut.  Sebenarnya simpel sekali cara kerjanya,jadi tidak perlu dimatikan,hamanya tetapi cukup disingkirkan.  Adapun dampak positifnya selain buah cabe sehat juga tidak menyebabkan kekebalan Hama.

4.  HAMA KUTU KEBUL

Kutu Kebul adalah serangga hama yang dapat menyebabkan kerusakan langsung pada tanaman dan sebagai media penular (vektor) penyakit tanaman. Hama ini umumnya menyerang berbagai macam tanaman sayuran. Namun demikian kerusakan yang disebabkan oleh penyakit virus yang ditularkannya sering lebih merugikan dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh hama kutukebul sendiri. Sebagai contoh penularan virus gemini oleh kutukebul, dapat menyebabkan kegagalan panen hampir 100%. Persentase infeksi virus gemini berkorelasi positif dengan populasi serangga vektor.

Kalau kita amati,daun bunga dan buah diatas hasil aplikasi kamiini,kita bisa perhatikan bahwa tanaman tidak terserang hama kutu kebul,yang biasanya diikuti dengan gejala serangan virus berupa menguningnya daun terutama bagian pucuk daun.

Langkah pengendalian yang kami lakukan adalah dengan mengkombinasikan PROTEK-tan dan PESNATOR.  Hama kutu kebul,terkenal sebagai hama yang bandel,karena memilki lapisan lilin di permukaan tubuhnya,sehingga sulit ditembus oleh pestisida,oleh karena itu sistem yang kami kembangkan adalah dengan cara bukan mematikannya tetapi dengan cara menolaknya.

Seminggu kemudian kami,mengamati kembali tanaman tersebut hasilnya sebagai berikut:

Mungkin anda pernah mencoba mengendalikan hama kutu kebul,dengan menggunakan insektisida kimia bahkan dengan dosis tinggi,tetapi hama kutu kebul tetap ada,malahan tanamannya yang terbakar. Sedangkan dengan tehnik kami ini,tidak ada istilah over dosis, dosis yang dinaikkan tidak bermasalah,hanya masalah biaya produksi saja yang meningkat. Hal ini pun tidak kami harapkan tentunya.

5.HAMA LALAT BUAH

Lalat buah, dewasa ukurannya sedang dan berwarna kuning dan sayapnya datar. Pada tepi ujung sayap ada bercak-bercak coklat kekuningan.Abdomennya ada pita-pita hitam, sedangkan thoraknya ada bercak-bercak kekuningan. Ovipositornya terdiri dari tiga ruas dengan bahan seperti tanduk  yang keras.

Daur Hidup LALAT BUAH

Dengan ovipositornya, lalat ini menusuk kulit buah.Jumlah telur sekitar 100-120 butir. Setelah 2-3 hari, telur akan menetas dan menjadi LARVA.Larva tersebut akan membuat terowongan di dalam buah dan memakan dagingnya selama lebih kurang 2 minggu.Larva yang telah dewasa meninggalkan buah dan jatuh diatas tanah, kemudian membuat terowongan 2-5 cm dan berpupa.Lama masa pupa 7-8 hari.Total daur hidupnya antara 23-34 hari, tergantung keadaan udara. Dalam satu tahun lalat ini kira-kira menghasilkan 8-10 generasi.

Gejala serangan

Lalat betina dengan ovipositornya menusuk buah dan meletakkan telurnya dalam lapisan efidermis.  Pada waktu menetas, larvanya akan memakan daging buah, hingga warna buah menjadi kehitaman dan tidak dapat dikonsumsi.Biasanya serangan lalat ini diikuti hama dan penyakit lain,seperti PATEK/BUSUK BUAH antraknose.Telur kadang diletakkan tidak hanya di dalam buah, tetapi juga pada bunga dan batang. Batang yang terserang akan menjadi seperti bisul.Sementara itu buahnya akan menjadi kecil dan berwarna kuning.

Akibat serangan

Ciri dari cabai yang terkena serangan hama lalat buah adalah warna kulitnya menjadi hitam mengeras, busuk sehingga mengurangi kuantitas dan kualitas hasil produksinya, dan menyebabkan cabai akan gugur sebelum waktunya.

Serangan hama lalat buah,terkadang bisa menyebabkan petani “menangis”,bagaimana tidak tanaman yang dipelihara sejak kecil kemudian pada saat tanaman mulai berbuah dan menjelang memerah dan siap panen,bunga tampak berlubang dan rontok. Ditambah lagi dengan tehnik yang kurang tepat yaitu dengan memasang umpan perangkap/metyl euganol,DIDALAM LOKASI PERTANAMAN,yang sebenarnya justru semakin membuat populasi hama lalat buah semakin meningkat.

(Pengamatan  tanggal 28 April 12),sudah petik 13 kali.

  Adapun tehnik yang kami kembangkan adalah dengan cara mengkondisikan agar lalat bauh tidak “betah” dilokasi pertanaman cabe yaitu dengan cara menyemprotkan INSEKTISIDA ALAMI PESNATOR.

 

PERTANIAN ORGANIK SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN !!!

Mengatasi hama dan penyakit cabe dari MEDAN MARELAN,SUMUT.

A.1.Kami dari PT. KEMBANG LANGIT, merasa bersyukur dengan mulai menyebarnya tehnik-tehnik kami ke daerah-daerah lain di Indonesia.  Kali ini,kami tampilkan hasil aplikasi yang telah diterapkan Bp.  Andri,sebagai agen klinik kami untuk wilayah Medan dan sekitarnya (sayang membelakangi kamera, wajah tidak nampak) ,disamping kirinya bp. Umar (pemilik tanaman cabe),sementara didepannya bp. Kendi ( anggota bp. Zulkifli) dari Kuala Tanjung , Batubara,Sumatera utara.  Pak Zulkifli ini,sengaja datang ke Medan untuk melihat langsung hasil aplikasi kami P.T.KEMBANG LANGIT .  Melihat hasil aplikasi ini,rupanya tidak sia- sia, jerih payah perjalanan yang ” katanya “ (kerena penulis belum pernah ke Medan) menempuh waktu +/-  3.5 jam,antara Batubara ke Medan.

A.2. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan,pada saat ini,dikota Medan dan sekitarnya,daun cabe yang  keriting sedang “ngetrend”, he he….  Sekedar mengingatkan dalam mengatasi masalah satu ini,hendaknya jangan terlalu fokus pada insektisida kimia,apalagi insektisida yang hama targetnya untuk ulat.  Berdasarkan pengamatan kami,justru pemberian insektisida jenis ini,bisa mengakibatkan daun yang keriting,bukannya jadi mekar dan “lurus”,tetapi makin keriting bahkan bisa menjadi seperti terbakar.

A.3.  Hasil aplikasi dibawah bimbingan bapak Andri,menunjukkan hasil yang memuaskan.  Tanaman ini ditanam pada tanggal 11 Desember 2011 ( usia sekitar 2 bulanan). Dengan tersenyum pak kendi,kira -kira berkata “INI  (cabe)  MEDAN BUNG”.

A.4. Terlihat hasil aplikasi dari A.1 s.d. A.4, tanaman tumbuh dengan suburnya,tunas-tunas baru bermunculan,buah nya juga sangat lebat.  Produk yang kami gunakan adalah PROTEK-tan, PESNATOR,plus sedikit insektisida kimia sekitar 5 ml per 17 liter air.  Sementara fungisida yang digunakan adalah, campuran Metallaksil  10 % + Menkozeb ( Propineb)  40 % +  POCAniL50%,dengan takaran total, 1 sendok makan per tangki (17 liter).

Sementara itu,hasil yang dicapai setelah aplikasi produk-produk kimia secara murni hasilnya seperti berikut ini.

B.1. Tanaman ini milik p. Zulkifli  Batubara,kondisinya cukup memprihatinkan,padahal biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Jumlah tanaman sekitar 9000 batang.

B.2. Penulis telah meminta izin pada pemilik lahan,pak Zulkifli,untuk menampilkan hasil ini. Dengan maksud untuk pembelajaran bersama dan untuk kita jadikan pengalaman.  Untuk mengatasi keriting daun, insektisida dan akarisida yang telah digunakan al:(pakai inisial saja ya…), Dcf,Omi, Cur, Peg, Dec, Reg, Con, Bam, App, Kan, Pre. Ada 11 macam insektisida.  Yah lumayan besar juga biayanya yaa…Belum ditambah lagi fungisida dan bakterisida,a.l.: Ant, Tri, Dit, Pre, Del, Ami(ada 5 macam).

B.3. Gambar ini,diambil pada pertengahan bulan Pebruari 2012,kondisi tanaman selain keriting juga terjadi kelayuan. Tehnik yang telah dilakukan,untuk tanaman ini,diantaranya adalah PUPUK DASAR ( PUPUK  NPK 16-16-16,PUPUK ORGANIK, PUPUK PHOSFAT ,BORON,DOLOMIT,DAN INSEKTISIDA CARBOFURAN), PUPUK SUSUSLAN (NPK 15-15-15,KCL ) plus 2 MACAM PUPUK DAUN.

B.4. Usia tanaman sekitar 50 harian,70 % nan sudah terkena penyakit keriting daun dan bulai/virus kuning. Kami berharap terjadi perubahan kearah yang lebih prospek setelah beberapa kali aplikasi dengan tehnik – tehnik,KEMBANG LANGIT.

PERTANIAN ORGANIK MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN

 

Top